![]() |
| Logo Hari Guru Nasional 2025 Kemendikdasmen dan Kemenag |
Suarapanturanews.com, Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 tahun ini dirayakan setiap tanggal 25 November. Baik Kemenag (Kementerian Agama) dan Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah) merilis tema dan logo yang dapat diunduh di lamam resmi mereka.
Mengapa kedua kementerian ini merilis logo masing-masing? Sebab keduanya memiliki institusi pendidikan yang berbeda. Hari guru tahun ini, untuk Kemenag mengusung tema “Merawat Semesta dengan Cinta.” Tema ini bukan hanya seruan simbolik, melainkan refleksi mendalam atas filosofi pendidikan yang berakar pada kesadaran spiritual, ekologis, dan kemanusiaan.
Sementara untuk Kemendikdasmen, membawa tema Hari Guru Nasional 2025 adalah "Guru Hebat, Indonesia Kuat". Baca juga: Sosok Agustina, Siswa Paket C Ikut TKA Meski Usianya 59 Tahun Logo ini bisa digunakan oleh siswa dan guru selama perayaan HGN 2025.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, tema ini menggambarkan peran guru sebagai penjaga keseimbangan antara ilmu dan iman, antara pengetahuan dan kebijaksanaan.
“Guru bukan hanya mengisi pikiran, tetapi menumbuhkan kesadaran dan meluruskan jalan berpikir. Dalam pandangan Islam, guru adalah warasatul anbiya — pewaris para nabi,” ujarnya dilansir dari laman Kemenag, pada Jumat (14/11/2025).
Makna Logo
Logo HGN 2025 mengusung bentuk dasar lingkaran sebagai simbol kesempurnaan ciptaan dan kesinambungan kehidupan.
Lingkaran itu menggambarkan semesta yang harmoni, tempat seluruh ciptaan saling terhubung dan saling menjaga.
Warna hijau dan biru pada bumi mencerminkan dua dimensi keseimbangan. Hijau melambangkan kehidupan, cinta tanah air, dan kepedulian ekologis.
Biru melukiskan keluasan ilmu pengetahuan, kedalaman spiritual, serta kedamaian batin.
Dua warna ini mengandung pesan bahwa pendidikan sejati tidak berhenti pada akal, tetapi juga meresap ke jiwa — menghidupkan kesadaran untuk mencintai bumi dan seluruh isinya.
Simbol tangan berbentuk tunas menggambarkan kesadaran ekoteologis, yakni pandangan bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab spiritual manusia.
Nilai ini merupakan wujud nyata dari salah satu Panca Cinta dalam Kurikulum Berbasis Cinta Kementerian Agama: cinta lingkungan. Sementara lengkung kuning di atas bumi memancarkan cahaya ilmu dan bimbingan Ilahi — menggambarkan guru sebagai “matahari kehidupan” yang menerangi jalan murid-muridnya.
Warna kuning melambangkan optimisme, kebijaksanaan, dan pencerahan spiritual, berpadu dalam nilai tertinggi Panca Cinta: cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.
Dalam pandangan Menag Nasaruddin, guru bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa yang mengandung misi spiritual.
“Ilmu tanpa iman akan kehilangan arah moral. Di sinilah pentingnya peran guru — menuntun generasi agar memiliki nurani dalam berpikir dan bertindak,” tegasnya.
Tema “Merawat Semesta dengan Cinta” mengajak guru untuk tidak hanya mendidik manusia, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan alam semesta.
Pendidikan bukan lagi sekadar proses transfer ilmu, melainkan proses penyadaran agar manusia menjadi makhluk yang beriman, berilmu, dan berakhlak. Sejalan dengan tema tersebut, Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno menegaskan bahwa peringatan HGN 2025 di bawah Kementerian Agama juga membawa semangat inklusif melalui tagline “Teachers Day for All” atau Hari Guru untuk Semua.
“Hari Guru tahun ini tidak hanya milik guru madrasah, tetapi juga milik semua guru di Indonesia — lintas iman dan lintas lembaga. Semua guru berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan,” ujarnya. Suyitno menyebut, cinta yang dimaksud dalam tema HGN bukan cinta romantis, melainkan cinta yang memanusiakan manusia — cinta yang menumbuhkan empati, membangun kedamaian, dan menyalakan semangat merawat kehidupan.
Mengajar dengan cinta adalah kunci membangun peradaban. Itulah makna tema kita tahun ini, Merawat Semesta dengan Cinta,” tutur Suyitno.
Link dan makna logo HGN 2025 Kemendikdasmen
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Pendidik (GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah meluncurkan pedoman beserta logo peringatan Hari Guru Nasional 2025. Logo Hari Guru Nasional 2025 Kemendikdasmen telah diunggah Instagram @ditjen.gtk.kemdikbud.
Makna logo
Dalam segi warna, tulisan Hari Guru Nasional 2025 berwarnakan biru. Selain itu, ada juga simbol lainnya seperti hati emas, sosok guru, buku terbuka, tiga figur murid. Berikut filosofinya: Makna bentuk hati emas, simbol ini melambangkan ketulusan, cinta, dan pengabdian guru sebagai sumber inspirasi dan cahaya ilmu pengetahuan.
Sementara ada sosok guru di logonya menggambarkan pembimbing yang mengarahkan dan memberdayakan murid dengan semangat gotong royong.
Buku yang terbuka, di bagian bawahnya mencerminkan ilmu pengetahuan sebagai dasar kemajuan pendidikan
Tiga figur murid, simbol ini menggambarkan jenjang pendidikan dasar hingga menengah, menggambarkan pertumbuhan, semangat belajar, dan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045. Kemendikdasmen juga menjelaskan pemilihan warna dalam logo ini. Berikut penjelasannya:
• Emas: Melambangkan keagungan, kejayaan, kemakmuran, dan prestasi tinggi sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045.
• Biru tua: Kepercayaan, stabilitas, profesionalisme, dan kecerdasan.
• Abu-abu: Melambangkan ketenangan, kedewasaan, dan kematangan dalam proses pendidikan.
• Biru muda: Kemandirian, kebijaksanaan, dan semangat belajar peserta didik.
• Merah: Energi, keberanian, dan motivasi untuk meraih cita-cita pendidikan.
Link download: kemendikdasmen.go.id
Sumber:www.kompas.com
Publish:Suarapanturanews.com























Tidak ada komentar:
Posting Komentar