Suarapanturanews.com, Tangerang - Warni warga desa Kedaung barat RT 001/002 kondisi rumahnya sudah sangat tidak layak untuk di tempati oleh keluarganya, namun pemerintah setempat seolah abai pada keadaan tempat tinggal mereka.
Padahal, banyak sekali program pemerintah Kabupaten Tangerang maupun program dari desa ataupun kecamatan yang menangani permasalahan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang memang diperuntukkan bagi warga seperti Warni ini.
Bahkan, pemerintah desa seolah enggan untuk melihat kondisi tempat tinggal warganya. Mungkin karena takut kotor atau alergi untuk meninjau lokasi rumahnya.
Salah satu anggota keluarga Junedi atau yang sering di sapa Edi menjelaskan kepada wartawan mengatakan, yang tinggal disini ada empat, Warni dan suami serta anaknya. Sementara, Warni sedang bekerja diluar atau merantau,” ujar Edi Selasa, (26/8/25).
Lebih lanjut Edi mengungkapkan, bahwa selama ini pemerintah desa sudah mengkonfirmasi ke keluarga bu Warni akan tetapi sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya.
“Saya berharap kepada pemerintah desa atau kecamatan bisa membantu keluarga kami yang memang rumahnya sudah mau roboh,” tutupnya.
Sementara, Sutihat yang menempati rumah merasa dirinya takut karena atapnya sudah rapuh, takutnya karna berat beban genteng yang menopang bisa rubuh. “Kalau lagi sepi kalau saya sedang tidur, mana ini musim penghujan takutnya runtuh aja pak,” imbuhnya
Ditempat terpisah, menurut keterangan, RT 001/002 Fahruloji mengutarakan, kami sudah mengusulkan ke kepala desa, namun untuk pengajuan RTLH yang ada di wilayah saya memang masih ada beberapa rumah yang kondisinya memprihatinkan.
“Saya cuma berharap siapapun yang membantu saya ucapkan terimakasih,” tutupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar